Pada kolom Bisnis di
VIVA.co.id edisi 25 Juni 2015, Rochimawati menulis 9 negara dengan jumlah
pengusaha terbanyak, posisi pertama diisi oleh Uganada, kedua oleh Thailand dan
ketiga adalah Brazil. Jumlah pengusaha Indonesia hanya kurang dari 4% dengan
jumah penduduk lebih dari 240 juta penduduk. Angka tersebut lebih kecil di
bandingkan negara tetangga yaitu Singapore sekitar lebih dari 10%. Hal tersebut
tak lepas dari pengaruh mata uang indonesia (RP) terhadap (USD) terkini yang
terperosok pada angka RP.14.107,- memberikan pukulan keras kepada warga
Indonesia, dimana ongkos kebutuhan impor akan membengkak dan berpengaruh
terhadap pasar lokal.
Hal ini membuktikan
bahwa kurangnya pengusaha lokal, sehingga pemerintah selalu mengimpor kebutahan
pokok, apabila kita melihat kekayaan bumi pertiwi banyak sektor yang belum
dikelola dengan sempurna dikarenakan kurangnya SDM yang memadai.
Selain itu, dapat
dikatakan bahwa lesunya ekonomi nasional karena kurangnya produksi dalam negeri
yang diakibatkan oleh persaingan berat dengan produk luar negeri yang
menggunakan teknologi canggih.
Seharusnya pemerintah
membuat program “Big Plan” dimana
program tersebut akan mendorong ekonomi lokal secara bertahap. Program tersebut
diantaranya adalah : 1.Membantu Pengusah
Menengah-kebawah agar dapat menigkatkan produktifitasnya sehingga akan
bertambahnya lowongan pekerjaan baru karena kebutuhan tenaga kerja, 2.Memfasilitasi
pengusaha menengah-kebawah dengan memberikan subsidi dan menyediakan kebutan
pokok guna menstabilkan kebutuhan pokok, 3.Melindungi pengusaha
menengah-kebawah dari gempuran produk-produk Cina dan negara lain dengan membatasi masuknya ke
pasar lokal, 4. Memberikan pelatihan, workshop, dan seminar kepada pengusaha
baru dibawah 1 tahun yang sedang merintis usaha. Hal tersebut sangat
berpengaruh besar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Pengusaha sangat
berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi dengan membayarkan sebagian kecil
pendapatan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk pajak yang dikelola oleh
negara. Sejatinya indonesia harus memulai pondasi ekonomi dengan peningkatan
pengusaha dari sektor pangan, perikanan, tekstil, pertambangan, maupun infrasturtur yang kurang digarap
dengan sempurna oleh pemerintah maupun swasta.
Sudah semestinya
perintah memberikan dukungan kepada pengusaha lokal untuk mengembangkan usaha
agar dapat meningkatakan kualitas dan dapat bersaing menjadi prodok dunia, seperti
produk, sepatu, sepeda, dan produk lainnya yang sudah melanglang buana ke pasar
Asia, Eropa, Amerika, dan seluruh belahan dunia.
Selain itu pemerintah
sebagai pemegang kebijakan harus melindungi
pengusaha dalam negeri dengan membatasi produk impor seperti China, Jepang, dan
Korea. Agar pengusaha Indonesia dapat bertahan dan mengembangkan usahanya dari
serbuat produk-produk negara Cina yang menjadi bumerang ketika produknya dapat
masuk dengan bebas, itu artinya bahwa pengusa lokal akan gulung tikar karena
produk Cina menawarkan harga yang lebih terjangkau, maka ada beberapa artis
tanah air yang mengkampanyekan memalui layar kaca maupun sosial media untuk
mendukung produk dalam negeri. I LOVE PRODUK INDONESIA.


