Recent in Mens

Selasa, 14 Juni 2016

Zulfikar

Dalam Rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Pemuda dan Prestasi Bangsa

Momentum memperingati kebangkitan nasional adalah sebagai semangat terbarukan untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dari yang telah dilakukan dan dikerjakan.(Departemen Pendidikan Nasional, Edisi Keempat, 2008). Banyaknya prestasi pada tahun ini yang diraih oleh pemuda indonesia diajang Internasional seperti Rio Haryanto yang bebeapa bulan lalu berhasil lolos sebagai peserta formula 1 yang dikenal dengan F1 dan merupakan kompetisi balap mobil super cepat yang sangat bergengsi di dunia dan menjadi pembalap F1 pertama dari Asia. Tentu saja hal tersebut merupakan pencapaian tertinggi dan kebanggan besar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Merujuk Undang-undung Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang berbunyi : "Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun." Serta Undang-undang Nomor 40  tahun 2009 tentang kepemudaan, “Pembangunan kepemudaan bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Dikatakan bahwa idealnya pemuda Indonesia memiliki nilai-nilai kepemudaan yang terkandung dalam UU No.4 Tahun 2009. Bukan hanya Rio Haryanto (23), adapula Yasa Paramita Singgih (20) Founder dan President Mens Republic, serta pemuda Indonesia lainnya yang menorehkan prestasi besar di Mancanegara.
Indonesia butuh banyak lagi sosok seperti Rio Haryanto dan Yasa Paramita Singgih sebagai representasi pemuda Indonesia diantaranya cerdas, kreatif, inovatif, serta berdaya saing yang terkandung dalam UU No.4 Tahun 2009. Sangat disayangkan jika melihat pemuda Indonesia yang kurang percaya diri terhadap potensinya dan sampai melakukan perbuatan tercela seperti tawuran, mabuk-mabukan, berjudi, terjerat narkoba dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi  pada akhir-akhir ini. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan tercela yang tidak pantas dicontoh oleh pemuda lainnya.
Contoh kecil yang dapat dilakukan dengan momentum kebangkitan nasional yaitu berperan aktif di instansi maupun organisasi kepemudaan yang diikuti, serta memberikan karya terbaik sebagai implementasi kebangkitan nasional untuk mendorong negara Indonesia menjadi lebih baik dimasa depan dan aksi tersebut sebagai generator kebangkitan nasional yang sesungguhnya.
Pemerintah sebagai leader dan supervisor negara seharusnya mengembangkan potensi pemuda Indonesia dengan memberdayakan organisasi kepemudaan secara massive , agar memajuan pemuda adalah hasil bahu-membahu diantara pemerintah dan pemuda yang merupakan dinamika kemajuan pengembangan pemuda. Di hari kebangkitan Nasional bukan hanya memperingati saja, tetapi harus ada aksi kongkrit yang dilakukan pemuda.