SEKALI JALAN 3 NEGARA TERLAMPAUI
(THAILAND, MALAYSIA dan Singapore)
Sejak masuk bangku kuliah, saya sangat terkagum-kagum kepada senior di Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri yang mendapatkan kesempatan pergi ke luar negeri dalam kegiatan Pertukaran Pemuda yang menurut saya sangat sulit untuk lolos proses seleksi. Saya selalu beranda-andai ingin pergi ke luar negeri, tapi sebenarnya negara yang ingin dituju itu negara yang ada di Eropa. Kalau pergi ke Asean dan Benua Asia menurut saya biasa, walaupun butuh dana yang tidak sedikit. Baiklah, setelah saya share dengan senior dan temen di asrama sunan giri, saya langsung diminta buat paspor kalau mau keluar. setelah uang terkumpul saya langsung buat paspor.
setelah 4 hari menunggu akhirnya jadi juga. Tidak menunggu lama saya langsung mencari kegiatan yang gratis di luar negeri, dan ternyata adanya program yang bayar, tak apalah, ikutin saja terlebih dahulu, dan seminggu kemudian saya lulus seleksi dan harus membayar uang sejumlah $250 belum termasuk tiket pesawat dan biaya kebutuhan lainnya. Alhamdulilah Alumni AMI SG banyak membantu, dan akhirnya dana terkumpul sudah cukup dan siap berangkat sambil membeli tiket pesawat online.
Alhamdulillah mendapatkan tiket pesawat Rp. 788.400,-(belum termasuk Airport Tax) JKT-BKK merencanakan pulang lewat darat melewati malaysira naik Pesawat seharga Rp 750.000,-
minggu 30 Nopember 2014 pergi ke bandara Soetta Untuk terbang pukul 06.15 di terminal 2D ditemani kakak saya yang paling mendukung saya dan Keluarga Tercinta tentunya. setelah pukul 05.30 saya boarding pass dan menaiki pesawat.
Naik pesawat adalah pengalaman pertama dalam hidup saya. hal pertama saya kebayang kecelakaan yang menimpa maskapai akhir-akhir ini hingga memakan ratusan korban, dari hal itu saya berfikir tentang kematian dan hal buruk lainnya yang akan menimpa saya dan seketika menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Pukul 06.30 pesawat mulai jalan menuju landasan pacu untuk melakukan take off ke udara, rasanya sangat menegangkan dan akan selalu teringat dibenak saya.
Setelah berada lebih diketinggian 1.000 Kaki saya takjub dengan gumpalan awan di angkasa. saya bersyukur dapat melihat keindahan alam ini yang di ciptakan oleh maha pencipta.
---->Bersambung>----








